throw the resolution away.

oke, inget soal resolusi taun baru yang dulu itu? gue cuap-cuap soal mau nahan emosi di depan seorang guru yang sangat-sangat menye. dan ternyata telah dibuktikan oleh survey langsung oleh temen-temen sekelas gue kalo resolusi kampret itu gatot alias gagal total. dan anehnya, gue nggak kecewa-sedih-or whatever karenanya.


yea, totally NO!


why? yaa gue ngerasa, kalo gue nahan emosi dan nggak banyak bacot di depan si guru ini, gue ga akan bisa mempertahankan pendapat gue dan temen-temen (well kebanyakan dari mereka nunggu gue ngomong soalnya). and it's just unfair, letting his own opinion (sometimes it's not right, mate, that's why we insist to ours) and keep silent. yeah, lo ga terima kan kalo diajarin yang salah-salah sama guru lo padahal lo tau yang bener apa?


ya, apalagi pas kemaren ngebahas soal try out. dia mempertahankan kunci jawaban yang (ow man) stupid banget dan sangat-sangat nggak masuk akal. ya jelas karena kita nggak mau nilai kita anjlok padahal kita udah bisa (hanya gara-gara kunci jawaban yang asal banget), jadi gue dan temen-temen protes abis-abisan.


hampir tiap nomor (iya hampir TIAP nomor), kita debat dulu. dan dari beberapa soal itu, ada dua atau tiga soal yang akhirnya dianulir (atau di otak kita sebagai murid, dibonusin), meskipun dianulir belakangan karena nilainya udah keburu dipajang.


dan tau ngga. karena soal inggris yang juelek banget itu. nilai try out inggris gue paling rendah dari 4 mata pelajaran yg laen.


huuuuuuuuuuh


nah itu dia. jadi, resolusi gue pun gagal total.

may it rest in peace deh. LOL

0 comments: